Jumat, 05 Juni 2009

. Jumat, 05 Juni 2009

HANDOUT TATA RIAS BUSANA I

Eny Kusumastuti

PERTEMUAN I

1. Pokok Bahasan : Ruang Lingkup Tata Rias Wajah dan Busana

2. Sub. Pokok Bahasan : - Pengertian tata rias wajah, busana dan rambut
- Bahan dan Peralatan
- Jenis Rias wajah, Busana, rambut harian dan
panggung
- Analisis Wajah Tokoh

3. Tujuan Pembelajaran Khusus : Setelah pertemuan selesai, mahasiswa mampu memahami
dan menerapkan tata rias wajah, busana dan rambut
sesuai dengan karakter masing-masing tokoh dalam
sebuah pertunjukan


4. Ruang Lingkup Tata Rias Wajah, Busana dan Rambut
4.1 Tata Rias Wajah

Tata Rias wajah adalah teknik merias wajah yang dapat mengubah
bagian muka yang kurang cantik menjadi cantik. Cara yang dilakukan
adalah dengan mengadakan penyempurnaan, perbaikan bentuk muka,
seperti menonjolkan bagian muka tertentu serta menyamarkan dan
menutupi bagian muka yang kurang menarik dengan bantuan kosmetik
serta cara merias yang baik.

4.1.1 Bahan Rias
Bahan dan alat rias adalah bahan yang diproduksi untuk keperluan kosmetika. Pemilihan bahan rias sebaiknya tidak dilihat dari harganya yang mahal, melainkan disesuaikan dengan kondisi kulit pemakainya. Oleh karena itu, seseorang yang sedang belajar merias wajah sebaiknya memiliki sendiri seperangkat alat dan bahan rias yang diperlukan. Bahan dan alat rias dibedakan menjadi tiga : 1) bahan dan alat untuk merias wajah, 2) bahan dan alat untuk rias rambut, 3) bahan dan alat untuk rias busana.

a. Bahan Rias Wajah Perawatan
Bahan rias wajah dibedakan menjadi tiga yaitu untuk perawatan, make up dan film. Bahan rias wajah untuk perawatan dapat dipilih sesuai dengan jenis kulitnya, seperti :
(1)kulit normal atau kulit ideal : cirinya lembut, halus, segar, sehat dan bercahaya.
(2)kulit berminyak cirinya antara lain kulit kelihatan mengkilat dan lembab. Apabila
terawat dengan baik, orang yang memiliki jenis kulit tersebut akan kelihatan awet
muda, tidak mudah keriput.
(3)kulit kering : cirinya pipi, dan kening kelihatan kering. Jenis kulit ini mudah
keriput, flek dan wajah cepat menjadi tua.
(4)kulit campuran : cirinya pipi, dagu dan sekitar hidung berminyak, sedangkan
bagian lain kelihatan kering.
Bahan rias wajah untuk perawatan yang sederhana antara lain : kapas pembersih, cairan pembersih, astringen /tonic, peeling dan masker.

b. Bahan Rias Wajah untuk make up antara lain :
(1) Kapas penghisap dan pembersih. Kapas penghisap digunakan untuk membuat tipuan
tipuan tambahan pada bagian muka, leher atau tangan, sedangkan kapas pembersih
digunakan untuk membersihkan bekas kosmetik yang menempel pada wajah.
(2) Bahan perekat (adhesives). Bahan perekat
dalam rias digunakan untuk merekatkan janggut, kumis dan rambut palsu,. Beberapa
jenis bahan perekat tersebut antara lain : gun, latex, plastik dan spirit gup.
(3) Perekat (adhesives tape). Perekat
digunakan untuk mengubah bentuk mata atau mulut serta untuk mengubah kulit.
(4) Alkohol digunakan untuk menghilangkan/membersihkan bahan perekat.
(5) Lilin hitam (black wax). Digunakan untuk
menutupi gigi sehingga menghasilkan gambaran bentuk gigi ompong.
(6) Tissu (tissuos), kertas halus pembersih
make up
(7) Zinc Oxyde atau cat muka dari bahan tabur
yang pemakaiannya harus dimasak sehingga menjadi kream dan siap digunakan.
Penggunaannya pada rias wajah badut/peran lucu, patung atau boneka.
(8) Pewarna kelopak mata (eye shadow).
Digunakan untuk memberi warna pada kelopak
mata yang terdiri dari bermacam-macam warna.
(9) Pelembab digunakan sebagai dasar bedak atau bahan pencegah sengatan sinar
matahari.
(10)Bedak dasar (foundation) sebagai dasar
sebelum memakai bedak.
(11)Bedak tabur dan bedak padat
(12)Pan cake (bedak padat) adalah bedak
padat yang sering digunakan untuk make up panggung. Selain daya lekatnya lebih
kuat, hasilnya juga lebih halus dibandingkan dengan bedak tabur.
(13)Perona pipi (rouge) atau pemerah pipi
dipakai/dioleskan pada beberapa bagian
wajah seperti tulang pipi, kening, dagu serta rahang apabila diperlukan.
(14)Pemerah bibir (lipstik) digunakan untuk membentuk, menambah, mengurangi,
menutupi bagian bibir sehingga diperoleh bentuk bibir yang ideal.
(15)Maskara adalah bahan cair atau padat yang digunakan untuk lebih menonjolkan bulu
mata.
(16)Pencil alis adalah pensil yang digunakan khusus untuk membentuk alis
(17)Vitamin bibir sebaiknya dipakai sebelum memakai lipstik agar bibir tidak rusak.
(18)Pidih adalah bahan berwarna hitam yang dapat berupa stik (padat) atau berbentuk
cream yang digunakan untuk menghitami bagian-bagian muka, antara lain : untuk
membuat godeg, jambang, kumis, mata tengkorak dan lain sebagainya.
(19)Disco lux (serbuk mengkilap) berfungsi untuk mempertajam warna eye shadow.
(20)Lulur adalah serbuk yang digunakan pada kulit kaki, tangan, leher atau pada
bagian-bagian tubuh yang tampak oleh penonton yang berwarna kuning dengan cara
dioplos dengan air.

c. Bahan Rias Wajah untuk Film
Bahan kosmetika untuk film agak berbeda dari bahan make up, perbedaannya ditentukan oleh bahan yang berminyak (creamy) sehingga tidak akan luntur terkena air. Cara membersihkannya dengan minyak tertentu pula. Perbedaannya dengan bahan rias sehari-hari adalah rias film lebih tahan lama.

d. Bahan dan Alat untuk Rias Rambut
(1) Bahan perekat dan perekat
(2) Minyak rambut digunakan untuk merapikan dan memberi kemilau pada rambut
(3) Chamois adalah bahan yang digunakan
untuk memasang rambut palsu, jambang atau kumis
(4) Hair spray digunakan untuk merekatkan
rambut dengan membuat sasak atau bentuk bentuk yang dikehendaki.
(5) Color Hair spray adalah perekat rambut
yang berwarna-warni
(6) Styling foam digunakan untuk pembentuk
dasar semua gaya rambut dengan
penggulungan, blow dray dan set. Styling foam ini terbuat dari bahan yang
berbusa.
(7) Jelly digunakan untuk membentuk dan merapikan rambut.
(8) Cornstarch (hair whitener) digunakan
untuk membuat tipuan uban/ rambut jadi
beruban. Terbuat dari bahan cair yang diletakkan pada sisir sikat lalu
disisirkan di rambut.

4.1.2 Alat Rias
a. Alat Rias Wajah

Alat make up merupakan alat yang diperlukan untuk kepentingan make up dan harus dimiliki oleh perias/yang belajara merias. Alat-alat tersebut adalah :
(1) Kain penyeka/waslap
Kain penyeka sebaiknya terbuat dari bahan/kain yang halus dan empuk/lembut
digunakan untuk membersihkan muka. Bentuknya bermacam-macam, misalnya berbentuk
tangan atau empat persegi.
(2) Mangkuk digunakan untuk tempat air hangat atau air es untuk membersihkan muka.
(3) Busa digunakan untuk menyeka, memakai bedak atau memakai lulur, berbentuk bulat,
oval, segi tiga, persegi panjang atau persegi empat.
(4) Pelentik bulu mata digunakan untuk menjepit bulu mata agar cantik.
(5) Pinset digunakan untuk mencabut bulu alis agar menjadi rapi
(6) Kaca digunakan untuk bercermin pada saat menghias diri
(7) Kain penutup kepala digunakan untuk menutup atau mengikat kepala saat merias
wajah terbuat dari bahan handuk atau flanel.
(8) Kuas digunakan untuk membubuhkan atau menaburkan bahan kosmetik pada wajah yang
mempunyai bentuk dan fungsi yang berbeda-beda. Kuas besar untuk meratakan bedak
atau perona pipi, kuas alis untuk meratakan alis sebelum dirias, kuas lipstik
untuk meratakan dan membentuk lipstik pada bibir, kuas eye shadow untuk memakai
eye shadow sesuai dengan jumlah warnanya, kuas gambar untuk meratakan pemakaian
pidih.

b. Alat Rias Rambut
Alat untuk rias rambut, jenis dan fungsinya disesuaikan dengan bentuk rias rambut yang diciptakan antara lain :
(1) Sisir memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda-beda. Sisir biasa digunakan untuk
meratakan rambut, sisir sasak digunakan untuk membentuk sasakan, sisir sikat
digunakan untuk menghaluskan sasak rambut.
(2) Hair dryer adalah alat pengering rambut
(3) Jepet rambut terdiri dari jepet bebek berbentuk seperti mulut bebek digunakan
sebagai dasar menjepit rambut yang belum dibentuk, jepet biting yang berbentuk
seperti lidi baik yang besar maupun kecil, sirkam (sisir hias) bentuknya seperti
jepit tapi melengkung dan bergerigi.
(4) Centung, sisir hias yang bentuknya melengkung terbuat dari kulit penyu
(5) Harnal adalah pengikat antara rambut dengan sanggul atau hair piece, terbuat
dari kawat-kawat hitam baik besar maupun kecil
(6) Rajut terbuat dari benang yang dirajut digunakan untuk membungkus sanggul
(7) Tali rambut yang digunakan untuk mengikat rambut
(8) Cemara adalah rambut buatan yang disusun panjang. Konde adalah rambut yang
dibentuk sanggul/gelung.

4.2 Tata Rias Busana
Tata rias Busana adalah segala sesuatu yang dipakai mulai dari rambut sampai kaki. Bagian-bagian busana tersebut harus saling melengkapi satu dengan yang lainnya sehingga menjadi satuan penampilan busana yang utuh. Keutuhan pemakaian busana menunjukkan watak atau pribadi pemakainya. Oleh karena itu diperlukan keserasian antara busana dengan pemakainya. Keindahan busana dipengaruhi oleh unsur-unsur busana, azas-azas serta pelengkap busana yang memiliki fungsi, sifat dan jenis. Untuk menutupi kekurangan perlu memperhatikan desain, gaya serta penerapan unsur, azas, fungsi, sifat dan nilai busana.
Rias busana adalah segala tindakan untuk memperindah diri agar kelihatan menarik. Daya tarik busana didukung oleh beberapa segi antara lain : peralatan dan bahan yang sesuai, serta perhiasan yang dapat dipakai sebagi pelengkap pakaian. Penggunaan pakaian (juga) untuk melindungi badan dari pengaruh luar seperti panas, dingin, angin dan pengaruh sinar matahari serta mengurangi dan menutupi cacat tubuh. Yang perlu diperhatikan dalam berbusana adalah ; 1) unsur keserasian busana, 2) well-groomedness atau being well groomed, 3) desain busana.

4.2.1 Unsur-unsur keserasian busana
Unsur keserasian busana dapat digolongkan menjadi : 1) jenis busana, yaitu busana untuk pria atau wanita, 2) fungsi busana, yaitu busana luar dan busana dan busana dalam, 3) kesempatan, yaitu pemakaian busana dilihat dari waktu atau saat pemakaiannya seperti : waktu bekerja, resepsi, di rumah serta acara-acara resmi, 4) umur, bahwa umur pemakai busana harus disesuaikan dengan bahan dan model busananya misalnya untuk orang tua, orang muda, remaja atau anak-anak.
4.2.2 Being Well-groomed
Well-groomed adalah sikap kerapian/keluwesan seseorang dalam berpakaian. Agar dicapai kerapian, perlu diperhatikan beberapa hal seperti : kewajaran dan keserasian sehingga diperoleh kesan indah dan harmonis.
4.2.3 Desain Busana
Desain busana adalah bentuk/model busana. Desain busana dapat digolongkan menjadi desain busana sehari-hari dan desain busana panggung. Desain busana sehari-hari memiliki model dan bentuk yang bermacam-macam, pemilihan bentuk busana disesuaikan dengan pemakaiannya, misalnya : 1) bentuk busana A artinya busana dengan bentuk atas sempit dan bagian bawah lebar, 2) bentuk busana H artinya busana yang lurus yaitu antara bagian atas dan bagian bawah sama, 3) bentuk Y artinya busana yang bagian atas lebar serta sempit bagian bawahnya. Unsur-unsur desain busana sehari-hari adalah garis, arah, ukuran, bentuk, nilai dari gelap atau terang dan nilai warna.
Desain busana panggung adalah desain khusus yang diciptakan untuk tari, baik tari klasik maupun tari kreasi. Busana tari klasik nampaknya memiliki pola atau patokan yang sudah dibakukan baik mengenai jenis bahan,hiasan, cara pemakaian maupun pemakainya. Sedangkan busana untuk kreasi merupakan modifikasi dari penciptanya, apakah berpola dari busana tari klasik, busana tari klasik yang dikembangkan atau baru sama sekali. Desain busana panggung khususnya busana tari adalah segala sesuatu yang dipakai mulai dari rambut sampai kaki yang dapat menggambarkan cerminan jiwa dan dapat menunjukkan watak atau pribadi pemakainya sehingga sesuai dengan karakter yang dibawakan diatas pentas. Yang perlu diperhatikan dalam berbusana adalah etika dan estetika berbusana.
Etika berbusana adalah aturan atau tata cara yang baik dalam berbusana sehingga akan diketahui sifat, kelompok, lingkungan pemakaiannya serta dapat membawa seseorang yang tampil di atas panggung sesuai dengan karakternya. Karakter yang dimaksud adalah peran yang sedang ditampilkan, apakah berperan sebagai seorang putri yang lemah lembut, lincah atau keras, sebagai seorang pria yang halus atau gagah dan keras. Pemilihan busana yang sesuai dengan situasi dan kondisi akan menjadi lebih mudah. Situasi dan kondisi dapat diciptakan dengan adanya keserasian, kecocokan busana dan usia pemakainya serta pemilihan bentuk dan warna busana. Sedangkan efek estetika yang ditimbulkan dari pemakaian busana juga berpengaruh terhadap warna dan gaya busana. Efek estetika busana berpengaruh terhadap warna busana dalam kehidupan , artinya busana dapat memperlambat, menekan perasaan, memanaskan, mendinginkan, meninggikan kesan harga diri, menimbulkan kehebatan dan dapat menjadi busana universal.
Dalam pemakaian busana tari, mengacu pada asal daerah tarian tersebut muncul. Misalnya tari klasik gaya Yogyakarta, busananya tidak banyak menggunakan warna dan hiasan dalam ornamennya yaitu penggunaan warna keemasan/pradan saja, sedangkan tari klasik gaya Surakarta biasanya lebih banyak menggunakan perpaduan warna sehingga nampak lebih romantis.
Kelengkapan busana tari antara lain terdiri dari : kain, celana, baju, sampur, hiasan kepala, hiasan dari kulit maupun logam serta peralatan yang digunakan.
a. Kain
Kain adalah bagian dari busana tari. Kain yang sering digunakan dalam tari adalah kain batik. Pada kain batik terdapat beberapa motif, yaitu
1)Motif Parang yang diambil dari bentuk karang yang karena kekokohannya menjadi
lambang sikap hidup. Modifikasi karang antara lain disebut Parang Gapit, Parang
Terang Bulan, Parang Kusuma, parang Peni, Parang jenggot, Parang Pancing, Parang
Tlenok, Parang Rusak, Parang Menang, Parang Sampo
, dan lainnya. Bentuk
parang ini
banyak digunakan dalam busana tari klasik gaya Yogyakarta maupun Surakarta.
2)Motif Kawung diambil dari bentuk kolang- kaling. Modifikasi dari bentuk motif
kawung antara lain disebut Kawung Kembang
Cengkeh, Kawung Kembang Melati, Kawung
Kembang Pongge Sirih, Kawung Cecekan, Kawung Beton, Kawung Picis Lamanan
dan
sebagainya. Motif Kawung Beton melambangkan sifat yang baik dibalik rupa yang
buruk. Oleh karena itu, motif seperti ini digunakan oleh para punakawan.
3)Motif Tumbuhan yang diambil dari motif tumbuhan antara lain motif Pisang Bali,
Kembang Semak Sisih, Kembang Kenikir,Kembang Pepe, Kembang Tapak Doro, Kastubo,
Semen Birowo, Lungkung Pakis
, dan sebagainya. Motif Batik Kembang Semak digunakan oleh tokoh-tokoh yang baik, misalnya
kesatria.
4)Motif Alam, adalah pelangi, awan dan hujan, sehingga motif batiknya adalah Mega
Mendung, Ina-ina Tatit, ombak Mino, Tirta Teja, dan Udan Riris.

5)Motif Binatang, meniru ikan laut, kuda laut, keyongan, burung, garuda, peksi
deres, sido mukti, sido luhur
dan sebagainya. Motif kain yang sering
digunakan dalam tari antara lain adalah kain motif parang, Kawung, Poleng, Bangotulak, Cinde
dan Modang.


Cara memakai kain dalam tari antara lain adalah wiron (kain yang
dililitkan pada kaki sampai panggul), kemben (kain yang dililitkan tubuh dari
panggul sampai dada), dodotan ( kain yang dililitkan tubuh mulai dari mata
kaki sampai dada dengan bersusun dua lapis), seredan ( kain yang
dililitkan dari mata kaki sampai pinggul dengan menyisakan 40 cm
disebelah kiri tubuh), samparan ( kain yang dililitkan pada tubuh dari mata kaki sampai dada dengan menyisakan ujung kainnya jatuh di sela-sela kaki), supit urang ( cara memakai kain dengan mempertemukan tepi kain yang sudah dilipat ke bagian tengah pusar dan diatur membentuk segitiga sepanjang lutut).

b. Celana
Celana sebagai busana tari ada dua macam, yaitu : celana panjang, celana tanggung atau panji. Bahan yang digunakan dari kain motif cinde atau bahan polos dari beludru yang diberi hiasan manik-manik/payet.

c. Baju
Baju tari terdiri dari baju model mekak, rompi, kebaya tanpa lengan, baju lengan pendek dan baju lengan panjang. Kesemuanya berfungsi menutupi badan bagian atas di samping juga akan menunjukkan karakternya. Mekak adalah tiruan dari baju yang dipakai oleh tokoh putri yang berperan sebagai prajurit atau memerankan tokoh putra untuk tari gaya Surakarta antara lain tari Gambiranom, Klono, Menak Jinggo, Srikandi, Bayangkari. Kebaya tanpa lengan dipakai oleh tokoh-tokoh putri atau tari putri antara lain tari Golek gaya Yogyakarta maupun Surakarta, dengan menggunakan bahan beludru dan pada bagian lengan, leher, dada dan ujung bawah dihiasi payet. Baju lengan pendek sebagai pengembangan mekak, banyak digunakan untuk garapan tari kreasi bentuk putri keprajuritan. Baju lengan panjang dalam tari sering terlihat dipakai oleh tokoh-tokoh antara lain ; raja, dewa, Umarmoyo, Umarmadi. Baju Ontokusumo dalam tari dipakai oleh tokoh Gatotkaca, berfungsi juga sebagai tameng atau penahan dada karena bagian depannya ditutup dengan hiasan binatang yang dibuat dari susunan payet.

d. Pelengkap Busana
1) Simbar dodo adalah penutup dada yang
terbuat dari kain beludru warna hitam sering dipakai oleh Bima yang menggambarkan
bulu rambut yang tumbuh di dada sehingga tampak gagah perkasa.
2) Boro dan Samir adalah busana pelengkap tari yang digunakan untuk
tari putri atau putra baik gaya Yogyakarta maupun Surakarta. Boro berbentuk
seperti lidah dipakai pada bawah pinggang bagian kanan dan samir bentuknya lebih
kecil terdiri dari dua buah yang diletakkan di sebelah kiri.
3) Epek Timang adalah logam sebagai
penghubung sabuk atau ikat pinggang dalam tari Jawa. Untuk tari putri gaya
Yogyakarta epek timang dan sabuk tidak
dipakai, biasanya menggunakan sabuk dari bahan kulit atau logam keseluruhan yang
disebut pendhing.
4) Stagen adalah kain yang dililitkan pada
perut sebagai penguat agar kain tidak lepas. Stagen ada dua yaitu stagen dalam
dan stagen luar yang dilapisi kain cinde.
5) Kancing gelung berfungsi sebagai penutup atau penyimpan rambut penari/tokoh yang
terbuat dari bahan beludru warna hitam yang dipakai dibagian belakang kepala.
6) Endong adalah tempat penyimpan anak panah
yang terbuat dari bahan kain, kulit atau logam yang dipakai oleh prajurit.

e. Pelengkap busana yang terbuat dari kulit
1) Irah-irahan
Irah-irahan adalah penutup kepala yang berfungsi untuk lebih memudahkan penonton mengetahui nama atau peran pemain, misalnya peran raja, patih, pangeran, atau
prajurit biasa, baik yang berwatak halus atau keras, putri yang lembut atau putri
yang lincah. Bagian dari irah-irahan yaitu : tolok, lungsem, jamang, gurdan,
ceplik serta wedanan.
Macam – macam irah-irahan anatara lain :
(1) Teropong / Makuto yaitu irah-irahan yang
memiliki bentuk memanjang ke atas, biasa dipakai oleh Kresna, Baladewa.
(2) Gelung adalah irah-irahan yang ada
bulatannya (bentuk melingkar bagian belakang)sering digunakan oleh putra putri
serta wanara (tokoh kera).
(3) Pogokan adalah irah-irahan yang dipakai
untuk menonjolkan jarakter pemakainya.
(4) Keton adalah irah-irahan yang dipakai
oleh Dursosono, Bethoro Guru dan Prahasto.
(5) Bugis adalah irah-irahan yang berupa
bulatan memanjang yang dililitkan pada kepala dipakai oleh tokoh-tokoh Bugis,
misalnya tari Bugis Kembar.

2) Sumping
Sumping adalah hiasan telinga yang terbuat dari kulit dengan diberi ornamen yang pada ujungnya diberi untaian payet menggantung kira-kira 7-10 cm. Sumping untuk karakter laki-laki dan perempuan berbeda.
3) Klat Bahu
Klat Bahu adalah hiasan yang dipakai pada lengan terbuat dari kulit, logam, kertas/plastik berwarna keemasan. Untuk karakter putri, berbentuk gurdan yang pada ujungnya diberi untaian payet. Untuk tari putra halus, ditambah dengan ornamen naga, kepala burung. Untuk tokoh-tokoh keras bentuknya polos.
4) Uncal
Uncal terbuat dari kulit yang diukir dengan ornamen, yang diberi tali kira-kira 1 m yang pada ujungnya diberi gombyok yang terbuat dari benang wool. Teknik pemakaiannya menggantung pada epek timang yang berfungsi untuk melindungi bagian kemaluan.
5) Badong /Probo
Pelengkap busana tari yang menyerupai sayap yang memberikan simbol bahwa tokoh yang memakainya bisa terbang.

Selain pelengkap busana yang terbuat dari kulit, ada pula aksesoris busana yang terbuat dari logam, diantaranya yaitu kalung, gelang, cincin, subang/ceplik, sirkam, cunduk mentul, ron sumping, bros dan penetep. Perlengkapan tari yang lainnya adalah : pedang, godo, bindi, keris dan cundrik, watang dan tombak, tameng, gendewo dan anak panah, dhadhap, bendo, arit.

4.3 Tata Rias Rambut
Tata rias Rambut adalah aneka tatanan rambut yang disesuaikan antara gaya dengan bentuknya, agar dapat memberikan ciri khusus bagi diri sendiri dalam kelompok masyarakat atau daerah asal. Macam-macam cara merias rambut tradisional Indonesia adalah : Gelung Tekuk dari Yogyakarta, Pasung Tagel dari Bali, Ciwidey dari Jawa Barat, Gelung Malang dari Palembang, Sempol Gampang Kemang dari Aceh Tengah, Cepol dari Betawi, Dendeng dari Kalimantan Barat.

a. Gelung Tekuk dari Yogyakarta
Gelung tekuk adalah tatanan rambut tradisional gaya Yogyakarta. Gelung tekuk memiliki ciri antara lain : (1) ada singgaran yaitu bentuk bagian rambut yang melengkung kebelakang, tepat diatas telinga, (2) lungsen adalah sebagian rambut bagian atas dan paling depan atau di atas kening yang ditarik kebelakang melewati tengah-tengah rambut cemara atau gelung tekuk yang berfungsi juga sebagai penyangga gelung, (3) sasagan adalah bentuk rambut kepala yang ditata untuk mempertebal atau mempertinggi rambut, (4) sanggul atau gelung yang terbuat dari bahan cemara atau susunan rambut yang memanjang atau tatanan rambut yang sudah jadi berbentuk gelung tekuk.
b. Pusung Tagel dari Bali
Pusung Tagel adalah tatanan rambut tradisional daerah Bali. Pusung Tagel merupakan sanggul wanita yang sudah bersuami yang pada perkembangannya banyak digunakan untuk tari tradisional Bali seperti tari Pendet. Terdapat persamaan antara Pusung Tagel dengan Gelung Tekuk, yaitu pada sunggaran (angkung-angkungan) dan pemakaian cemara.
c.Sanggul Ciwidey dari Jawa Barat
Sanggul Ciwidey adalah salah satu bentuk sanggul yang berasal dari daerah Ciwidey Bandung. Sanggul ini banyak digunakan oleh kaum bangsawan ataupun kalangan rakyat biasa.
d. Gelung Malang dari Palembang
Sanggul malang adalah sanggul wanita yang bentuknya mencerminkan pengaruh kebudayaan Sriwijaya dan kebudayaan asing lainnya, yaitu Tiongkok dan India. Pengaruh Tiongkok terlihat pada bentuk rambut yang apabila dilihat dari belakang berkesan tinggi, juga pada hiasan sanggul yang menggunakan tusuk dan untaian bunga-bunga imitasi menyerupai emas karena berwarna kuning sehingga berkesan gemerlapan.
e. Sanggul Sempol Gampang Kemang dari Aceh Tengah
Sanggul Sempol Gampang Kemang adalah sanggul gaya Aceh Tengah yang memiliki tiga gaya sanggul yaitu untuk pengantin, orang tua dan remaja.
f. Sanggul Cepol Dari Betawi
Cepol adalah sanggul yang berbentuk bulat, terletak pada bagian tengah belakang kepala yang berkesan sederhana dan berasal dari Betawi.
g. Sanggul dendeng dari Kalimantan Barat
Dendeng adalah sanggul berbentuk pipih dengan dua lubang seperti angka delapan diletakkan secara horisontal pada kepala tengah bagian belakang yang biasa dipakai oleh orang-orang daerah Kalimantan Barat.

4.4 Analisis Wajah dan Analisis Wajah Tokoh
4.4.1 Analisis Wajah
Analisis wajah adalah telaah terhadap bagian-bagian wajah untuk mendapatkan wajah yang ideal. Ideal berarti adanya kesempurnaan dari bagian-bagian wajah sehingga mewujudkan kesempurnaan bentuk wajah secara keseluruhan. Kesesuaian bagian-bagian wajah didapat dengan cara mengubah, menambah dan mengurangi atau menutupi bagian-bagian tersebut.
Tujuan mendasar tata rias wajah adalah menciptakan suatu karakter yang dibentuk dengan cara mengubah penampilan sesuai dengan karakter yang dikehendaki. Untuk mengenal karakter ada dua cara yaitu dengan secara langsung melalui arahan panggung dan secara tidak langsung melalui dialog-dialog tokoh. Pengenalan karakter dilakukan tidak hanya melalui penampilan fisik seorang aktor, tetapi juga melalui latar belakang, lingkungan, kepribadian, usia dan hubungan dengan tokoh-tokoh yang lain. Salah satu contoh adalah bentuk hidung Buto Terong salah satu raksasa dalam pewayangan, yang digambarkan besar.
Keadaan kesehatan, tingkat kehidupan, pekerjaan, usia tokoh juga sangat ditentukan keberhasilannya melalui tata rias wajah. Analisis seperti ini dapat disederhanakan dengan mengklasifikasikan penampilan wajah menjadi lima kelompok penentu, yaitu keturunan, ras, lingkungan, temperamen dan usia. Tentu saja ke lima kelompok tersebut bukanlah hal yang mutlak. Langkah selanjutnya adalah dengan mempelajari fisiognomi. Fisiognomi adalah praktek mencari hubungan antara penampilan fisik dengan ciri karakter dan kepribadian. Pengetahuan tentang sejumlah prinsip-prinsip fisiognomi ini akan benar-benar membantu aktor dalam mendesain wajah untuk karakter yang dibawakannya.
Dalam mengubah raut wajah yang perlu diingat adalah bahwa kita berhubungan dengan seluruh wajah, bukan hanya satu bagian saja dan perubahan seperti itu tentu saja akan mempengaruhi bagian-bagian yang lain pada wajah, misalnya hidung panjang dan mancung mungkin suatu tanda bahwa orangnya penuh keingintahuan, tetapi sifat keingintahuan seperti yang ditunjukkan dari bentuk hidung juga dipengaruhi oleh bermacam-macam bentuk wajah yang merupakan bagian dari ketentuan yang harmoni. Seperti keharmonisan antara bentuk mata, kening, hidung, bibir dan lain sebagainya. Sehingga bentuk yang proporsional dapat menunjukkan perasaan/kesan sesuai dengan bentuk yang ditampilkan.
Ini hanyalah analisis sederhana yang tujuannya adalah sekedar bersikap hati-hati terhadap kemungkinan interpretasi (penafsiran) wajah yang salah, dan bahayanya mengubah bagian tertentu yang tidak pas dengan bentuk wajah secara keseluruhan. Bagian-bagian wajah yang dapat dianalisis antara lain adalah : alis, hidung, mata, dan bibir.

a. Alis
Alis merupakan bagian wajah yang paling ekspresif serta mudah berubah bila dibandingkan dengan bagian yang lain. Bahkan sedikit saja perubahan pada alis dapat mempengaruhi bentuk wajah secara keseluruhan. Alis mempunyai berbagai bentuk karena penempatan, garis, ketebalan, warna, panjang serta arah bulu-bulunya. Alis tipis biasanya dihubungkan dengan energi yang agak kurang, kadang-kadang menunjukkan menunjukkan kelemahan. Sebaliknya pada alis tebal biasanya menunjukkan kepribadian yang kuat. Dalam pewayangan, alis yang tegas dan cenderung naik, menunjukkan karakter pemakainya adalah gagah dan keras, misalnya Gatotkaca. Sebaliknya alis yang cenderung melengkung dan turun menunjukkan karakter pemakainya lemah dan kurang konsentrasi, kurang konsisten, dan kurang inisiatip, misalnya tokoh putri.
Alis yang lurus menunjukkan kepraktisan dalam kepribadian. Pada umumnya, alis halus yang lurus ke atas menunjukkan tanda optimisme, tetapi bila alis itu dikernyitkan pada bagian sudut dalamnya, interpretasi tersebut tidak berlaku. Alis yang lurus ke bawah dengan indikasi negatif pada wajah, mungkin menunjukkan pesimisme atau egoisme.

b. Hidung
Hidung adalah bagian muka yang berlubang, yang secara relatif mudah dibentuk dalam tiga dimensi. Hidung dapat digolongkan berdasarkan besarnya, panjangnya, lebarnya dan bentuknya dalam profil (kemancungannya). Pada umumnya, hidung besar menunjukkan kekuatan dan tenaga yang besar. Seperti hidung panjang yang menonjol keluar, diinterpretasikan dengan sifat ingin tahu atau pandai, sebaliknya hidung yang pesek cenderung menunjukkan kegembiraan dan optimisme. Hidung yang lebar menunjukkan tenaga dan ketabahan (bersemangat). Hidung yang sempit menunjukkan kesederhanaan, kegembiraan dan kelincahan tetapi tidak begitu simpatik, walaupun kualitas raut wajahnya mungkin menunjukkan hal yang berlawanan.

c. Mata
Mata adalah bagian wajah yang tidak dapat menipu perasaan atau hati seseorang. Pada umumnya pandangan mata yang prominen (nanar) terdapat pada orang pemimpi/pengkhayal yang segi kehidupannya kebanyakan menggunakan perasaannya. Sedangkan pandangan mata yang dalam lebih menunjukkan orang yang suka mengamati dan berpikiran analitis. Mata kecil, tertutup dengan alis yang rapi, cenderung memperlihatkan penampilan cerdas. Mata seringkali juga berubah bentuknya sesuai dengan perubahan usia, serta apabila dihubungkan dengan proses ketuaan yang terjadi, tergantung kepada mentalitas, emosi dan kehidupan fisik seseorang sehingga mempengaruhi model kerut yang berkembang.

d. Bibir
Bibir adalah salah satu panca indera yang sangat menarik. Sebagai alat berbicara, gerak mulut akan menjadi pusat perhatian. Karena itu, keindahan bibir perlu diperhatikan. Sepertti bagian wajah yang lainnya, bibir juga akan berubah sesuai dengan perjalanan usia. Namun demikian, perubahan bibir dalam dunia panggung bisa disengaja untuk mendapatkan karakter yang dikehendaki. Misalnya: bibir yang tipis, bibir yang tebal, bibir yang menggantung, bibir yang sudut lengkungnya runcing, bibirnya kecil, bibir panjang, bibir yang asimetris, bibir yang tebal bagian atasnya, dan bibir yang tebal bagian bawahnya.


4.4.2 Analisis Wajah Tokoh
Analisis wajah tokoh adalah menganalisis wajah sehingga dapat menciptakan suatu karakter sesuai dengan cerita dan peran yang diharapkan. Hal ini dapat dicapai antara lain dengan cara telaah prinsip-prinsip analisis karakter serta dengan cara mengubah penampilan aktor agar sesuai sengan karakter yang dibawakan. Ada tiga penggolongan karakter, yaitu ;

a. Wajah Tokoh Legendaris
Wajah tokoh legendaris adalah tokoh yang dapat dikenali /dijumpai dalam legenda. Tokoh dalam legenda sebenarnya tidak ada, tetapi tetapi dalam visualisasinya dapat dikira-kira.
b. Wajah Tokoh Historis
Wajah tokoh historis adalah penggambaran rias wajah berdasarkan tokoh yang terdapat dalam sejarah. Gambaran wajah dan sosoknya dapat ditemukan dalam dokumen-dokumen yang berupa foto, relief candi atau yang lainnya.
c. Wajah Tokoh Fiktif
Wajah tokoh fiktif adalah penggambaran wajah berdasarkan khayalan penata rias. Gambaran rias wajah fiktif dapat disesuaikan dengan interpretasi sendiri serta munculnya kreativitas perias dalam mewujudkan bentuk rias wajah dalam visualisasinya, misalnya menggambarkan Nyi Blorong.

Analisis wajah tokoh diatas, sangat berpengaruh dalam tata rias panggung. Rias panggung atau stage make-up adalah rias yang diciptakan untuk penampilan di atas panggung akan berbeda dengan penampilan rias sehari-hari. Rias wajah di atas panggung dapat dilakukan dengan corretive make up, character make up atau fantasy make up. Sedangkan rias wajah sehari-hari dengan corrective make up dilakukan untuk mendapatkan bentuk wajah yang ideal. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam rias wajah, antara lain :
a. Bentuk Panggung
Bentuk panggung dapat mempengaruhi tata rias wajah. Hal ini berhubungan dengan jauh dekat panggung dengan penonton, sehingga perias dapat menentukan polesan atau garis dan warna yang sesuai. Untuk panggung perspektif tentunya menggunakan rias wajah yang lebih berani atau lebih tebal, karena jarak antara pemain dengan penonton jauh. Sedangkan untuk panggung bentuk arena sebaiknya menggunakan rias wajah yang tipis.
b. Tata Cahaya
Tata cahaya panggung yang sesuai akan membantu penampilan rias wajah. Sebaliknya tata cahaya panggung yang kurang memadai dapat merusak hasil rias wajahnya.
c. Bahan yang digunakan
Pemakaian bahan rias wajah untuk panggung tentunya disesuaikan dengan kondisi kulit wajah. Masing-masing produk kosmetik umumnya memiliki kelebihan yang berbeda-beda.
d. Cara Merias
Cara merias wajah untuk panggung akan berbeda dengan cara merias wajah sehari-hari. Lebih berani dalam polesan ataupun pilihan warnanya.

Stage Make up terdiri dari :
a. Corrective make up, yaitu rias wajah agar wajah menjadi : 1) cantik, 2) tampak lebih tua dari usia sebenarnya, 3) tampak lebih muda dari usia sebenarnya, 4) berubah sesuai dengan yang diharapkan seperti lebih lonjong atau lebih bulat.
b. Character Make up artinya merias wajah agar sesuai dengan karakter yang dikehendaki dalam cerita, seperti karakter tokoh-tokoh fiktif, karakter tokoh-tokoh legendaris, karakter tokoh-tokoh histeris.
c. Fantasy make up artinya merias wajah agar wajah berubah sesuai dengan fantasi perias. Fantasi perias dapat bersifat realistis ataupun non realistis, ditambah kreativitas dari perias. Fantasi rias dapat berupa pribadi alam, binatang, benda ataupun tumbuh-tumbuhan yang kemudian dituangkan dalam rias wajah.


5. Sumber Belajar : Wahyu Lestari.1993. Teknologi Rias Panggung. FBS
UNNES
6. Metode Pembelajaran : Presentasi dan demonstrasi

7. Evaluasi
a.Apa yang dimaksud dengan tata rias wajah, busana dan rambut ?
b.Apa sajakah bahan dan peralatan yang diganakan ?
c.Apa sajakah jenis rias wajah, busana, rambut harian dan panggung ?
d.Apakah pengertian analisis wajah dan analisis wajah tokoh ?



PERTEMUAN II

1. Pokok Bahasan : Teknik Tata Rias Wajah, Busana dan Rambut
2. Sub. Pokok Bahasan : -Teknik Merawat Wajah
-Tata Rias Wajah Harian (Pagi Hari, Sore Hari,
Malam Hari)
-Tata Rias Mata, Alis, Bibir, Hidung dan Pipi
3. Tujuan Pembelajaran Khusus : Mahasiswa mampu mendemonstrasikan teknik
merawat wajah, merias wajah harian.
4. Materi :

4.1. Teknik Merawat Wajah
Teknik merias wajah atau cara-cara merias wajah dipakai untuk mendapatkan hasil yang baik.Hal terpenting yang perlu diketahui oleh perias wajah sebelum melakukan teknik rias adalah perawatan wajah dan perawatan kulit.

4.1.1 Perawatan Wajah
Perawatan wajah dilakukan untuk merawat dan menjaga wajah agar selalu dalam keadaan bersih. Bersih artinya, wajah terhindar dar debu dan bahan rias yang menempel pada kulit wajah, kulit muka, leher, tangan dan kaki terjaga dari gangguan cuaca yang berubah-ubah seperti panas, dingin, hujan debu serta rangsangan kimiawi dan radiasi. Perawatan wajah yang baik dilakukan pada pagi hari sebelum mandi, pada siang atau malam hari dimana wajah terkena bahan rias. Malam hari sebelum tidur, wajah sebaiknya juga dibersihkan dari bahan rias. Beberapa bagian yang penting untuk selalu dirawat dan dibersihkan adalah bagian kulit muka, mata, leher, kaki dan tangan.

4.1.2 Cara Perawatan Wajah
Perawatan wajah dapat dilakukan satu atau dua kali sebulan, baik dilakukan sendiri ataupun di rumah kecantikan. Kegiatan perawatan wajah antara lain : pembersihan wajah, pengurutan wajah atau peeling, pemakaian masker, penguapan dan penormalan. Langkah-langkah perawatan wajah adalah :
(1) Cuci tangan terlebih dahulu
(2) Tutup rambut dengan ikat kepala
(3) Tutup dada dengan handuk kecil
(4) Usapkan pembersih wajah keseluruh wajah dan leher
(5) Bersihkan wajah dengan waslap yang sudah dicelupkan air, keringkan dengan tisu
(6) Massage wajah dengan cream untuk melunakkan kotoran-kotoran yang menempel di
wajah serta melancarkan peredaran darah.
(7) Bersihkan wajah dengan penyegar
(8) Bersihkan kotoran-kotoran/sisa-sisa lemak yang mengeras di wajah dengan
menggunakan pinset
(9) Oleskan astringen/alkohol untuk mencegah infeksi
(10)Uapi wajah dengan uap air panas
(11)Oleskan masker, bahan yang dapat mengencangkan otot-otot wajah dan biarkan
sampai kering selama 15 menit.
(12)Bersihkan wajah dengan air hangat
(13)Normalkan dengan air es, sehingga wajah menjadi ringan.

4.2.1 Tata Rias Wajah Harian
Tata rias wajah ada dua, yaitu tata rias wajah harian (dealy make up) dan tata rias wajah panggung (stage make up).
a. Tata Rias Wajah Harian
Rias wajah harian adalah rias wajah yang dilakukan setiap hari, baik pada saat pagi hari, siang hari, sore hari maupun malam hari. Tujuannya antara lain untuk mempercantik wajah, agar sesuai dengan situasi dan kondisi penampilan. Cara yang dipakai antara lain dengan mengadakan penyempurnaan, perbaikan bentuk muka, seperti menonjolkan bagian muka tertentu serta menyamarkan dan menutupi bagian muka yang kurang menarik dengan bantuan kosmetika serta cara merias yang baik. Cara rias yang baik adalah cara rias yang dapat mengubah bagian muka yang kurang cantik menjadi cantik.

(1) Rias Wajah Pagi Hari
Rias wajah untuk pagi hari sebaiknya menggunakan warna-warna yang alami (kecoklatan). Untuk mendapatkan kesan cerah dapat ditambahkan warna keemasan pada hight light. Rias wajah harian sebaiknya memakai alas bedak dan bedak yang sesuai dengan warna kulit. Alis dapat dirias dengan pensil sewarna dengan rambut. Perona pipi dengan warna coklat muda kejinggaan. Bibir dapat menggunakan warna merah kecoklatan dicampur warna jingga.

(2) Rias Wajah Sore Hari
Rias wajah untuk sore hari dapat menggunakan warna-warna tajam atau kuat, tetapi kesannya tetap natural. Alis dengan pensil alis hitam, perona mata warna tembaga, kuning keemasan pada hight light dan warna hijau ditambahkan pada sudut mata luar. Perona pipi dan bibir jingga, hidung diberi bayangan.

(3) Rias Wajah Malam Hari
Rias wajah untuk malam hari cocok dengan warna-warna mengkilap, coklat keemasan dan jingga. Pada lipatan mata dapat ditambahkan warna merah jambu. Perona mata merah jambu maih cocok untuk hight light, sedangkan untuk perona pipi dan bibir bisa menggunakan warna merah/sesuai dengan akaian yang dikenakan.
Hasil rias akan menjadi asri dan serasi apabila penampilannya sesuai dengan situasi dan kondisi yang menentukan tampilnya seseorang. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu mata, bibir, hidung, dan alis.
1) Mata
Rias wajah bagian mata dimaksudkan agar mata kelihatan lebih jeli, menarik dan menonjol. Caranya dengan menarik garis yang tepat menggunakan pensil yang diletakkan pada samping cuping hidung, luruskan ke sudut luar mata, maka akan didapat garis diagonal. Pada titik pertemuan garis hidung dengan ujung alis diberi tanda sebagai batas pemakaian eye shadow dengan ujung alis mata.
Membentuk riasan pada bagian mata, caranya :
(1) Permukaan kelopak mata diolesi cream base sampai rata. Gunanya membantu
melekatkan eye shadow serta mengawetkan daya tahan warnanya.
(2) Garis kelopak mata bagian bawah dengan pensil alis, mulai dari sudut mata bawah
bagian luar ke bagian dalam
(3) Menentukan bentuk olesan eye shadow, sebagai berikut : pelangi horisontal 2-3
warna, pelangi vertikal 2-3 warna, sistem full blok, tanda (>) pada sudut mata.
(4) Mengoleskan eye shadow pada kelopak mata bagian atas sesuai dengan warna yang
dikehendaki
(5) Mencegah agar eye shadow tidak mudah luntur yaitu dengan menghindari kosmetika
yang banyak mengandung minyak, membubuhkan bedak tabur pada kelopak mata karena
bedak dapat menyerap minyak.
(6) Lentikkan bulu mata supaya mendapatkan hasil yang sempurna.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merias mata, yaitu :
(1) Bentuk mata sipit
Mata yang sipit dapat dirubah agar berkesan lebih besar dengan cara membuat
garis lengkung pada lipatan mata bagian atas sehingga muncul kesan mata yang
besar. Untuk perona mata dapat dipilih warna orange untuk bagian atas dan warna
pink pada hight light serta warna hitam halus dibaurkan di bagian sudut mata
bagian luar.
(2) Bentuk mata buah badam/amandel
Bentuk mata buah badam memiliki kelopak mata yang lebar sehingga dapat
menggunakan tiga warna eye shadow.
(3) Bentuk mata yang letaknya berjauhan
Bentuk mata tersebut dapat menggunakan riasan dengan satu warna dengan garis
bibir mata bagian atas dapat ditebalkan dengan pensil alis warna hitam.
(4) Bentuk mata yang kelopaknya menggantung dapat menggunakan tiga warna eye shadow.
Riasan mata ditujukan untuk mempercantik dan menonjolkan mata. Oleh karena itu
diperlukan pendukung riasan seperti maskara atau bulu mata buatan serta
pemilihan warna yang tepat. Ketepatan pemilihan warna juga dipengaruhi oleh
warna busana yang dipakai. Warna eye shadow merupakan refleksi untuk
mengefektifkan make up dan ini merupakan hal yang sulit dalam make up seperti
pemilihan warna dasar dan warna bayangan atau hight light. Warna dasar dalam
make up lebih kuat atau tajam, sedang hight light biasanya mengambil warna putih
atau kuning. Yang perlu diperhatikan sebagai pertimbangan dalam memilih warna
make up adalah cerah warna, nilai warna dan intensitas warna. Hal ini penting
dan berkaitan dengan warna kulit masing-masing individu yang berbeda-beda
seperti kulit putih, hitam atau coklat.

2) Bibir
Bibir adalah sebagai alat berbicara sehingga menjadi pusat perhatian lawan bicara. Oleh karena itu, bibir perlu diberi sentuhan warna yang sesuai, dan menjaga kesehatan bibir. Cara menjaga kesehatan bibir dapat dilakukan dengan menghindari cuaca yang terlalu dingin atau panas, menghindari pancaran matahari secara langsung, menjaga gizi makanan, menggunakan pelembab bibir (dapat diganti dengan madu), menjaga bibir selalu dalam keadaan bersih pada saat tidur.

Untuk mempercantik bibir dapat dibentuk dengan cara membingkai garis bibir dengan pensil bibir agar tidak terpisah antara garis bibir dengan perona bibir. Untuk itu diperlukan kuas bibir dan vitamin bibir serta tranclucent setelah pemakaian lipstik agar perona bibir tahan lama. Pemilihan warna untuk perona bibir dibedakan antara perona bibir untuk harian dengan perona bibir untuk di panggung. Untuk tampil harian dapat dipilih warna alami seperti orange kecoklatan atau atau pink muda dan terang atau campuran warna ringan dan kuat. Sedangkan untuk tampil di panggung diperlukan warna terang dan mencolok seperti merah darah. Untuk mendapatkan bentuk bibir yang ideal dapat dilihat dari sudut mulut lurus di bawah tengah-tengah pupil mata, dua titik lengkung bibir tepat pada garis vertikal yang ditarik dari tengah-tengah lubang hidung, tebal bibir harus sama.

3) Hidung
Bentuk hidung yang baik adalah yang ideal. Untuk membentuk hidung ideal, dapat dibantu dengan memberikan bayangan pada hidung sehingga kelihatan mancung. Caranya : tarik garis lurus mulai dari pangkal sudut alis ke bawah sampai cuping hidung dengan menggunakan pensil/kuwas, ratakan dengan eye shadow warna coklat tua, semakin ketepi semakin tipis. Pada bagian tengah hidung diolesi eye shadow warna putih atau kuning sesuai dengan high light.

4.2.2 Rias Wajah Panggung
Untuk mendukung penampilan di atas panggung, lebih cocok menggunakan warna-warna tua dan mencolok serta riasan yang tegas. Rias panggung terbagi menjadi tiga yaitu rias wajah cantik, rias wajah karakter, antara lain karakter menakutkan, karakter lucu, karakter tua, karakter dalam pewayangan dan rias wajah fantasi, antara lain fantasi binatang, fantasi tumbuhan, fantasi alam dan fantasi benda.
Rias panggung atau stage make up adalah rias wajah yang diciptakan untuk penampilan di atas panggung. Penampilan rias wajah di atas panggung perlu diperhatikan beberap hal yaitu : bentuk panggung perspektif atau arena, jarak antara panggung dengan penonton, tata cahaya, bahan yang digunakan.

5. Sumber Belajar : Wahyu Lestari.1993. Teknologi Rias Panggung. FBS UNNES
6. Metode Pembelajaran : demonstrasi
7. Evaluasi :
a. Demonstrasikan cara melakukan perawatan wajah !
b. Demonstrasikan cara merias mata, hidung, bibir!
c. Demonstrasikan rias cantik panggung !


PERTEMUAN III

1. Pokok Bahasan : Teknik tata rias wajah, busana dan rambut di panggung

2. Sub. Pokok Bahasan : Rias Wajah Karakter
Rias Wajah Fantasi

3.Tujuan Pembelajaran Khusus : Mahasiswa mampu mendemonstrasikan rias wajah, busana,
rambut karakter dan fantasi

4. Materi
4.1. Rias Wajah Karakter
Rias wajah karakter adalah rias wajah yang menggambarkan karakter seseorang atau tokoh baik dalam keseharian maupun dalam pewayangan. Rias wajah karakter dapat digolongkan menjadi : rias wajah karakter menakutkan, rias wajah karakter lucu, rias wajah karakter tua dan rias wajah karakter dalam pewayangan.

a. Rias Wajah Karakter Menakutkan
Rias wajah menakutkan adalah rias wajah yang menggambarkan riasan yang menakutkan, seperti tengkorak. Untuk mendapatkan bentuk tengkorak atau wajah yang angker dapat dilakukan dengan mengadakan pengamatan terhadap tengkorak. Dari hasil pengamatan ditemukan hal-hal penting pada bagian wajah yang menunjukkan ciri dan kesan menakutkan seperti pada :
- bagian mata yang berlubang, dengan cara bagian mata digambar bulatan mengikuti
tulang mata mulai dari pangkal alis melingkar, dipenuhi dengan pidih.
- bagian hidung yang berlubang, dari tengah hidung mengikuti cuping hidung, dipenuhi
dengan pidih
- bagian rahang yang berlubang, rahang dilukis mulai dari bawah telinga, kempotkan
pipi, garis mengikuti tulang rahang sampai ke dagu sehingga dagu terkesan kecil
panjang, dan dipenuhi dengan pidih.
- bagian gigi yang akan tampak lebih besar bentuknya, dengan cara membuat gambar
bentuk gigi di atas bibir kalau perlu sampai di luar bibir dengan jumlah 9-11
pasang gigi diolesi singuit putih dan tetesan darah.
- retak-retak pada beberapa bagian tulang wajah, misalnya kening, dahi atau pipi.
- dapat ditambahkan tetesan darah pada beberapa bagian wajah seperti mata, hidung
atau mulut

b. Rias Wajah Karakter Lucu
Rias wajah lucu adalah rias wajah yang menimbulkan tawa yang menggelikan. Kelucuan wajah dapat dilihat pada bagian-bagian wajah yang tidak semestinya, seperti mulut dibuat miring (perot), mata disipitkan atau dilebarkan, hidung diperbesar, pipi diberi tembong dan lain sebagainya.

c. Rias Wajah Karakter Tua
Rias wajah tua adalah rias wajah orang yang lanjut umurnya. Baik tua sekali ataupun setengah tua. Ciri menuakan antara lain kerutan-kerutan yang banyak di wajah, gigi ompong, kempot, rambut (alis, bulu mata, kumis) tampak putih. Lngkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
- Wajah dibersihkan dengan pembersih wajah
- Oleskan pelembab, bedak dasar, bedak tabur
- Buat sketsa wajah
- Kernyitkan kening, garis dengan pensil coklat lipatan-lipatan kulit di kening garis
- Oleskan eye shadow coklat, pada bagian tengah coklat tua ratakan ke tepi makin
lama makin tipis.
- Tarik hidung ke atas, tebalkan garis-garis hidung dengan pensil coklat.
- Majukan mulut untuk menemukan garis-garis mulut, tebalkan dengan pensil coklat.
- Tarik mulut ke samping kiri dan kanan, temukan dan tebalkan garisnya dengan pensil
alis coklat.
- Bibir ditarik ke bawah, temukan garis-garisnya
- Tarik dagu ke dalam, temukan garis-garisnya
- Tarik garis lengkung, dari sudut mata ke bawah mengikuti tulang mata bagian bawah
- Lesungkan pipi, tarik garis lengkung dari sudut cuping hidung ke bawah
- Oleskan warna putih pada alis dan bulu mata dengan eye shadow atau pasta gigi
- Oleskan lipstik merah bata pada bibir
- Pasang gigi palsu apabila diperlukan
- Kelopak mata atas dapat diolesi eye shadow warna coklat

d. Rias Karakter dalam Pewayangan
Rias wajah wayang artinya riasan untuk mendapatkan gambar atau tiruan dari tokoh-tokoh yang ada dalam wayang, seperti dalam cerita Ramayana dan Mahabarata. Tokoh-tokoh wayang dibedakan diantara tokoh putri dan putra. Tokoh putri terbagi menjadi putri alus luruh, putri alus mbranyak, putri lanyap madyo, putri gecul, tokoh putra terdiri dari putra alus luruh, putra alus antep, putra lanyap mbranyak, putra santak, putra gecul mapan, putra gecul lelucon, putra gagah.
Pada dasarnya perbedaan karakter tokoh-tokoh dalam wayang dapat dilihat pada riasan bentuk alis, godeg atau jamang, dan kumis serta kelengkapan yang lain seperti rias rambut dan rias busananya.

4.2. Rias Wajah Fantasi
Rias wajah fantasi artinya rias wajah berdasarkan rekaan, angan-angan, khayalan atau gambar tiruan. Rias wajah fantasi dapat berupa fantasi binatang, fantasi tumbuhan, fantasi alam atau fantasi benda-benda.

5. Sumber Belajar : Wahyu Lestari.1993. Teknologi Rias Panggung. FBS UNNES

6. Metode Pembelajaran : Presentasi dan demonstrasi
7. Evaluasi :
a. Apakah yang dimaksud dengan rias wajah karakter ?
b. Demonstrasikan rias wajah karakter menakutkan, lucu, tua dan dalam
pewayangan.
c. Apakah yang dimaksud dengan rias wajah fantasi ?


PERTEMUAN IV - V

1. Pokok Bahasan : Teknik Tata Rias Wajah, Busana, dan Rambut Karakter Wayang

2. Sub. Pokok Bahasan : - Tokoh Putri Alus Luruh
- Tokoh Putri Alus Branyak
- Tokoh Putri Bedhoyo, Srimpi
- Tokoh Putri Gecul

3.Tujuan Pembelajaran Khusus: Mahasiswa mampu mendemonstrasikan tata rias wajah,
busana dan rambut karakter wayang putri

4. Materi :
4.1 Rias Wajah Tokoh Putri Alus Luruh
Rias wajah karakter putri alus luruh menggambarkan seorang wanita yang mempunyai karakter halus, dan lemah lembut. Rias wajahnya adalah rias panggung cantik dengan alis melengkung agak turun, ditambah godeg, dan laler menclok (hiasan yang berbentuk tanda seru diantara kedua mata diatas hidung).

4.2 Rias Wajah Tokoh Putri Alus Branyak
Rias wajah karakter putri alus mbranyak menggambarkan seorang wanita yang mempunyai karakter halus, tetapi lebih lincah. Rias wajahnya adalah rias panggung cantik dengan alis melengkung agak naik, ditambah godeg, dan laler menclok (hiasan yang berbentuk tanda seru diantara kedua mata diatas hidung).

4.3 Rias Wajah Tokoh Putri Bedhoyo, Srimpi
Rias wajah putri Bedhoyo, Srimpi menggambarkan seorang wanita agung yang mempunyai karakter halus, lemah lembut. Rias wajahnya adalah rias panggung cantik dengan alis melengkung agak naik dan bercabang seperti lidah ular, mata terdapat jahitan, ditambah cengkorongan seperti rias temanten, dan laler menclok (hiasan yang berbentuk tanda seru diantara kedua mata diatas hidung).

4.4 Rias Wajah Tokoh Putri Gecul
Rias wajah putri gecul menggambarkan seorang wanita yang mempunyai karakter lucu. Rias ini hampir sama dengan rias wajah badut/humor. Untuk menampilkan kesan wajah lucu, bisa mengubah bentuk muka, mata, mulut, hidung menjadi berbeda dan cenderung lebih aneh.

5. Sumber Belajar : Wahyu Lestari.1993. Teknologi Rias Panggung. FBS UNNES

6. Metode Pembelajaran : demonstrasi
7. Evaluasi :
a. Demonstrasikan rias wajah karakter putri alus luruh !
b. Demonstrasikan rias wajah karakter putri alus mbranyak !
c. Demonstrasikan rias wajah karakter bedhoyo, Srimpi !
d. Demonstrasikan rias wajah karákter gecul


PERTEMUAN VI
MID SEMESTER


Demonstrasikan rias wajah panggung salah satu karakter


PERTEMUAN VII - X

1. Pokok Bahasan : Teknik Tata Rias Wajah, Busana dan Rambut Karakter Wayang

2. Sub. Pokok Bahasan : - Tokoh Putra Alus Luruh
- Tokoh Putra Alus Lanyap
- Tokoh Putra Lanyap
- Tokoh Putra Gagah
- Tokoh Putra Gecul
- Tokoh Putra Gagah Prenges
- Tokoh Putra Gagah Teleng
- Tokoh Putra Gagah Bima

3.Tujuan Pembelajaran Khusus: Mahasiswa mampu mendemonstrasikan tata rias wajah,
busana dan rambut karakter wayang putra

4. Materi
4.1 Rias Wajah Karakter Putra Alus Luruh
Rias wajah karakter putra alus luruh menggambarkan seorang laki-laki yang mempunyai karakter halus, dan lemah lembut. Rias wajahnya adalah rias panggung cakep dengan alis melengkung agak turun, ditambah sogokan godeg, dan laler menclok (hiasan yang berbentuk tanda seru diantara kedua mata diatas hidung).

4.2 Rias Wajah Karakter Putra Alus Lanyap
Rias wajah karakter putra alus lanyap menggambarkan seorang laki-laki yang mempunyai karakter halus, tetapi lebih lincah. Rias wajahnya adalah rias panggung cakep dengan alis melengkung agak naik, ditambah godeg, dan laler menclok (hiasan yang berbentuk tanda seru diantara kedua mata diatas hidung).

4.3 Rias Wajah Karakter Putra Lanyap
Rias wajah karakter putra lanyap menggambarkan seorang laki-laki yang mempunyai karakter halus, tetapi lebih lincah. Rias wajahnya adalah rias panggung cakep dengan alis melengkung agak naik, ditambah sogokan godeg (godeg gagah), dan laler menclok (hiasan yang berbentuk tanda seru diantara kedua mata diatas hidung).

4.4 Rias Wajah Karakter Putra Gagah
Rias wajah karakter putra gagah menggambarkan seorang laki-laki yang mempunyai karakter gagah. Rias wajahnya adalah rias panggung gagah dengan muka agak merah, alis lebar naik, ditambah godeg (godeg gagah), dan laler menclok (hiasan yang berbentuk tanda seru diantara kedua mata diatas hidung).

4.5 Rias Wajah Karakter Putra Gecul
Rias wajah putra gecul menggambarkan seorang wanita yang mempunyai karakter lucu. Rias ini hampir sama dengan rias wajah badut/humor. Untuk menampilkan kesan wajah lucu, bisa mengubah bentuk muka, mata, mulut, hidung menjadi berbeda dan cenderung lebih aneh.

4.6 Rias Wajah Karakter Putra Gagah Prenges
Rias wajah karakter putra gagah menggambarkan seorang laki-laki yang mempunyai karakter gagah. Rias wajahnya adalah rias panggung gagah dengan muka agak merah, alis lebar naik, ditambah godeg (godeg gagah), kumis dan laler menclok (hiasan yang berbentuk tanda seru diantara kedua mata diatas hidung).

4.7 Rias Wajah Karakter Putra Gagah Teleng
Rias wajah karakter putra gagah teleng menggambarkan seorang laki-laki yang mempunyai karakter gagah. Rias wajahnya adalah rias panggung gagah dengan muka agak merah, alis lebar naik, ditambah godeg (godeg gagah), kumis dan laler menclok (hiasan yang berbentuk tanda seru diantara kedua mata diatas hidung). Rias wajah ini biasa digunakan untuk tokoh Gatotkaca.

4.8 Rias Wajah Karakter Putra Gagah Bima
Rias wajah karakter putra gagah menggambarkan seorang laki-laki yang mempunyai karakter gagah. Rias wajahnya adalah rias panggung gagah dengan muka agak merah, alis lebar naik, ditambah godeg (godeg gagah), kumis dan laler menclok (hiasan yang berbentuk tanda seru diantara kedua mata diatas hidung). Khusus untuk tokoh Bima, godegnya mulai dari pelipis mata dekat dengan alis sampai ke dagu.

5. Sumber Belajar : Wahyu Lestari. 1993. Teknologi Rias Panggung. FBS UNNES

6. Metode Pembelajaran : demonstrasi

7. Evaluasi :
a. Demonstrasikan rias wajah Tokoh Putra Alus Luruh !
b. Demonstrasikan rias wajah Tokoh Putra Alus Lanyap !
c. Demonstrasikan rias wajah Tokoh Putra Lanyap !
d. Demonstrasikan rias wajah Tokoh Putra Gagah !
e. Demonstrasikan rias wajah Tokoh Putra Gecul !
f. Demonstrasikan rias wajah Tokoh Putra Gagah Prenges !
g. Demonstrasikan rias wajah Tokoh Putra Gagah Teleng !
h. Demonstrasikan rias wajah Tokoh Putra Gagah Bima



PERTEMUAN XI – XIV

1. Pokok Bahasan : Teknik Tata Rias Wajah, Busan dan rambut Punakawan

2. Sub. Pokok Bahasan : - Bagong
- Petruk
- Gareng
- Semar

3. Tujuan Pembelajaran Khusus : Mahasiswa mampu mendemonstrasikan tata rias wajah,
busana dan rambut punakawan

4. Materi
4.1 Rias Wajah Karakter Bagong
Rias wajah Bagong adalah rias wajah lucu dengan ciri khas pada bedak dasarnya yang menggunakan singwit putih memenuhi muka. Pada kedua mata diberi lingkaran yang dalamnya dipenuhi dengan singwit /lipstik merah, bibir bagian bawah dibuat menurun dipoles dengan lipstik merah sewarna dengan kelopak mata, alis berbentuk tanda koma yang memanjang di sebelah lingkaran mata atau depan pelipis, kumis dibawah hidung yang dibuat hanya satu garis memanjang turun menyesuaikan bentuk bibir, ornamen koma dibawah kumis. Aksen garis diberikan pada bawah lingkaran mata dekat hidung kebawah satu garis dan ke atas dua garis.


4.2 Rias Wajah Karakter Petruk
Rias wajah Petruk adalah rias wajah lucu dengan ciri khas pada bedak dasarnya yang menggunakan singwit putih memenuhi muka. Alis dibentuk mulai dari pangkal alis naik tegak lurus ke atas dahi, bagian tengah hidung diberi ornamen garis lurus, mata diberi garis mata dengan sudut mata ditarik ke atas mengarah ke pelipis, pada tengah pupil mata diberi garis ke atas dan ke bawah berwarna merah, bibir berwarna merah dengan bentuk tersenyum dan kumis yang terletak dari atas bibir melengkung ke bawah kemudian naik sampai sampai samping pelipis dan mata yang membentuk kail pancing. Bagian bawah dagu diberi ornamen seperti kail pancing.

4.3 Rias Wajah Karakter Gareng
Rias wajah Gareng adalah rias wajah lucu dengan ciri khas pada bedak dasarnya yang menggunakan singwit putih memenuhi muka. Pada kedua mata diberi lingkaran serong kecil menyerupai mata juling yang dalamnya dipenuhi dengan singwit /lipstik merah, bibir bagian bawah dibuat kecil seperti bentuk cinta dipoles dengan lipstik merah sewarna dengan kelopak mata, alis berbentuk tanda koma di atas alis sesungguhnya, kumis berbentuk tanda koma besar terletak di sebelas hidung. Aksen garis diberikan pada bawah bibir dan pelipis sebelah mata.

4.4 Rias Wajah Karakter Semar
Rias wajah Semar adalah rias wajah lucu dengan ciri khas pada bedak dasarnya yang menggunakan singwit putih memenuhi muka. Pada dahi digambarkan kerut-kerut wajah, kedua mata diberi lingkaran kecil dengan garis yang menurun yang bagian bawahnya dipenuhi dengan singwit /lipstik merah memberikan kesan mata yang tua, alis dibuat seperti koma yang terbalik dan menurun di pelipis, bibir bagian bawah dibuat menurun dipoles dengan lipstik merah sewarna dengan kelopak mata, kumis dibawah hidung yang dibuat hanya satu garis memanjang turun menyesuaikan bentuk bibir, ornamen koma dibawah kumis. Aksen garis diberikan pada bawah lingkaran mata dekat hidung kebawah satu garis dan ke atas dua garis.

5. Sumber Belajar : Wahyu Lestari. 1993. Teknologi Rias Panggung. FBS UNNES

6. Metode Pembelajaran : demonstrasi
7. Evaluasi :
a. Demonstrasikan rias wajah karakter Bagong !
b. Demonstrasikan rias wajah karakter Semar!
c. Demonstrasikan rias wajah karakter Petruk !
d. Demonstrasikan rias wajah karakter Gareng !


PERTEMUAN XV – XVI

1. Pokok Bahasan : Teknik Tata Rias Wajah, Busana dan Rambut

2. Sub. Pokok Bahasan : - Karakter Menakutkan
- Karakter Tua

3.Tujuan Pembelajaran Khusus: Mahasiswa mampu mendemonstrasikan tata rias wajah,
busana dan rambut karakter menakutkan dan tua

4. Materi :
4.1 Tata Rias Wajah Karakter Menakutkan
Rias wajah karakter menakutkan adalah rias wajah yang menggambarkan peran-peran horor seperti hantu. Rias dasar muka diberi singuit putih, lubang mata diberi lingkaran yang diisi warna pidih hitam, hidung juga diberi warna pidih hitam sehingga memberi kesan berlubang, cekungan mulut berwarna hitam dengan gigi yang digambarkan diatas bibir melebar sampai ke pipi. Selain itu, untuk memberikan kesan menakutkan, diberikan juga tetesan darah bisa dari hidung, mata atau mulut.

4.2 Tata Rias Wajah Karakter Tua
Rias wajah karakter tua adalah rias wajah yang menggambarkan peran tua. Bagaimana seorang pelakon muda berperan sebagai seorang tua. Ciri rias tua tersebut adalah menonjolkan kerut merut di wajahnya, mulai kerut, dahi, mata, pipi, bibir, leher sampai pada tangan dan kaki tergantung pada tingkat ketuan tokoh.

5. Sumber Belajar : Wahyu Lestari. 1993. Teknologi Rias Panggung. FBS UNNES

6. Metode Pembelajaran : demonstrasi

7. Evaluasi
a. Demonstrasikan rias wajah karakter menakutkan!
b. Demonstrasikan rias wajah karakter tua !


PERTEMUAN XVII
UJIAN SEMESTER


Susunlah sebuah alur cerita yang mempunyai tema tertentu dengan penggambaran tokoh-tokoh lengkap dengan rias dan busananya dalam sebuah pertunjukan dengan durasi waktu 10-15 menit.

1 komentar:

Marina Menari mengatakan...

ini sangat bermanfaat, tapi akan sangat sempurna manfaatnya jika ada contoh gambarnya. terima kasih :)

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com